Jumat, 24 April 2009

Sayang Anak... Sayang Anak...

Apakah bukti kasih sayang seorang ibu atau ayah untuk anak-anak nya?
Tidak cukupkah dengan pelukan hangat, ciuman lembut, saling bercerita, menyuapi nya ketika makan, menyediakan minumannya, membujuknya ketika dia bersedih, merawatnya ketika sakit, bahkan seorang ayah atau ibu harus rela banting tulang untuk mencari nafkah bagi si kecil – untuk masa depannya yang gemilang -.

Ataukah bukti kasih sayang tidak cukup dengan semua itu?
Apakah melimpahi mereka dengan harta benda, uang jajan, atau bahkan pakaian dan mainan mahal sekarang sudah menjadi ukuran bukti cinta orang tua pada anaknya?

Sekarang saya punya kebiasaan baru.

Memperhatikan setiap anak yang lewat di depan mata saya bersama para orang tuanya. Semua itu saya lakukan hanya karena ingin tahu, seperti apa sih yang disebut dengan pakaian mahal? Dan apa bedanya dengan pakaian yang saya belikan untuk anak saya.

Apakah bukti kasih sayang seorang ibu diukur dari kemampuannya mendandani si buah hati ? Atau, diukur dari uang jajannya di sore hari ?

Seorang kerabat pernah berkata, seolah saya tidak sayang pada si kecil hanya karena saya tidak menginginkan si kecil memegang uang jajan dan jajan sembarangan, setiap hari.

Sungguh, saya sangat bersedih hati mendengar itu semua.
Jujur, bahkan nyawa pun rela saya hibahkan demi kehidupan si buah hati satu-satunya.

Apakah mereka yang melahirkan anak saya?
Apakah mereka yang membesarkan dan merawatnya tanpa pamrih?
Apakah mereka yang akan membayar obat dan rumah sakitnya jika dia sakit?
Apakah mereka yang membayar uang sekolah, makan dan minumannya?
Apakah mereka yang menyediakan pakaian, mainan dan rumah untuknya?
Dan apakah mereka yang memikirkan ‘mau jadi apa’ anak saya nantinya?

Rabu, 15 April 2009

Time...

Time is Money....

Bener banget !!!

Bagaimana rasanya ketika hidup kita berkejaran dengan waktu ?
Bahkan ketika jantung berdegup lebih kencang saat traffic light bersiap-siap berubah warna menjadi merah.

5, 4, 3, 2, 1, 0... dan Tarraaaa... Silakan tunggu sampai lampu kembali menyala hijau pada hitungan ke 60 !!

Begitu berharganya waktu, sehingga bisa membuat seorang Pengusaha Sukses kelimpungan karena jadwal keberangkatan delay, sementara ia harus menghadiri meeting penting bernilai triliunan dollar AS.

Atau yang lebih simpel, bagaimana seorang karyawan harus memacu kenderaannya lebih kencang agar tidak terlambat tiba di depan mesin absen. Kalau tidak, dia harus rela kehilangan gaji satu hari, hanya karena telat posting 5 menit !

Atau yang paling simpel lagi nih, saya pun tak luput dari masalah kejar-kejaran waktu ini, kalau saya tak ingin dikenakan denda Rp. 5000,- hanya karena telat 2 menit. Haha...

Waktu benar-benar sangat berharga.

Hari terus berganti. Dan waktu terus berlalu.

Maka, sudah selayaknya kita sama-sama mencoba untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.