Ketika kamu punya kesempatan untuk memiliki seorang teman, jagalah mereka.
Ketika kamu punya kesempatan untuk membuat mereka tertawa, maka lakukanlah.
Dan ketika kamu punya kesempatan untuk mendengar keluh-kesahnya, dekatilah dan buatlah dia mampu menepis kesedihannya, hingga dia sanggup melupakannya.
Seketika saya teringat seorang sahabat yang kini entah berada dimana.
Saya mengingatnya bukan ketika masa-masa kami tertawa.
Tapi saya mengenangnya justeru ketika dia bersandar di pelukan saya saat dia baru saja kehilangan kekasihnya, seseorang yang sangat dicintainya.
Saya terkenang, saat hari masih gelap, dingin pun masih menusuk tulang, dia datang bersama duka, berurai air mata, dan tak sanggup berkata apa-apa.
Saya menunggunya hingga mentari muncul di ufuk, pagi mulai terang dan kami masih terpekur di depan pagar, ketika dia mulai sanggup bicara.
“Andang meninggal, kak. Dia meninggal…”
Saya tergugu. Melintas bayangan seorang pemuda yang selama ini ‘dekat’ dengannya.
Dia kembali tersedu, wajahnya kembali jatuh di bahu.
Saat itu, saya seperti berada di labirin mana, gelap gulita.
Saya tak bisa berkata apa-apa hingga saya mengantarnya pulang ke rumah. Saya hanya membelai kepalanya, dan bilang, “Kamu kan masih punya saya…”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar