Seorang sahabat baik tiba-tiba menghubungi saya dan menceritakan masalahnya. Sungguh, saya ikut bersedih karenanya. Dia adalah sahabat baik yang tidak akan pernah saya lupakan. Seandainya setiap saat saya bisa selalu ada disisinya. Menghiburnya ketika dia berduka dan membuatnya kembali tertawa.
Saat ini dia sedang hamil muda. Sungguh, saya ingin mendampinginya dan membuatnya tertawa seperti ketika masa sekolah.
Dia berkata, “Seandainya waktu bisa diputar ulang, aku ingin kembali ke masa lalu…” Saya tidak mampu berkata apapun, kecuali mengingatkannya untuk ‘berserah diri’ kepada Allah. Hanya kepadanya kita kembali. Dan hanya Dia-lah yang Maha Mengerti dan Mengetahui Isi Hati.
Karena keterbatasan waktu, saya sangat sangat jarang menemuinya, bahkan menghubunginya. Hanya dia yang senantiasa menghubungi saya. Sungguh, saya sangat menyesal. Saya sangat mencintai sahabat-sahabat saya, seperti saya mencintai keluarga saya. Saya tidak ingin melihatnya bersusah hati. Sungguh, saya tidak ingin sekali lagi kehilangan seorang sahabat. Mereka adalah segalanya bagi saya.
Saya berjanji bahwa saya akan datang begitu saya punya waktu luang. Saya memang tidak bisa memberinya apa-apa. Tapi bagi saya, bisa mendengar segala keluh-kesahnya sudah cukup membuat saya bahagia, mampu menjadi teman terbaiknya sekalipun ketika dia sedang berduka.
Din, Lin, Chris, Ta…
I Love You All.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar